Edukasi Kito : Pendidikan
WIB
Follow Us: Facebook twitter

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menggunakan Aplikasi Dapodikdas 2013

Jumat, 11 Oktober 2013 //
Diambil dari Grup Informasi Pendataan Ditjen Dikdas,https://www.facebook.com/groups/infopendataan. dikdas/ ada banyak hal yang butuh disiapkan serta dikerjakan oleh sekolah berkenaan launching dapodikdas 2013 di Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2013, yakni:
  1. Pastikan aplikasi dapodikdas yang diunduh adalah versi aplikasi 2.00http://118.98.166.59/ (migrasi dari infopendataan.dikdas.kemdikbud.go.id)
  2. Pastikan prefill yg digunakan adalah yg versi final (ekstension .prf)
  3. Jika pernah menginstall aplikasi versi beta/demo/trial/ujicoba, segera lakukan uninstall aplikasi versi demo tersebut. Jangan digunakan lagi.
  4. Jika pernah menggunakan prefill lama (ekstension .pre) segera hapus dari komputer anda
  5. Pastikan menggunakan aplikasi dan prefill (seperti point 1 dan 2)
  6. Masing-masing sekolah wajib menggunakan user email aktif dan unik tidak boleh email yang sama dengan sekolah lain sebagai user email. Akibatnya fatal
  7. Pastikan kode registrasi yang digunakan adalah milik sekolah anda, cek isinya. Jika bukan jangan dilanjutkan. Karena akan merugikan sekolah lain
  8. Pastikan kode registrasi yang digunakan adalah pemberian dari pusat atau dinas kabupaten/kota, selain dari itu kode dianggap ilegal
  9. Koordinasikan dengan kepala sekolah dan dinas setempat ketika mulai melakukan pendataan untuk memastikan seluruh tools yang digunakan adalah yang terbaru/update
  10. Jaga baik-baik kode registrasi sekolah anda, karena bersifat rahasia, confidential.  Jangan sekali-kali tukar menukar kode registrasi atau mengekspos ke publik
  11. Segera input data dan lakukan distribusi formulir cetak untuk peserta didik baru dan PTK untuk updating entri data
  12. Tentukan komputer yang akan digunakan hanya 1 PC saja, karena tidak ada back up lokal utk pindah-pindah PC
  13. Jaga baik-baik password yang digunakan hanya operator sekolah yang ditunjuk kepala sekolah yang berhak mengupdate data
  14. Penjaringan pendataan Kemdikbud sesuai dengan yang diamanatkan di Instruksi Menteri No.2 tahun 2011 dikelola masing-masing Ditjen Kemdikbud. Tidak melakukan pendataan objek yang sama berulang-ulang dengan sistem yang berbeda. semangat integrasi bukan disintegrasi. Sesuai prinsip efektivitas dan efisien.
  15. Pastikan data yang diinputkan sudah lengkap, benar, mutakhir dan sesuai fakta.
  16. Informasikan ke sekolah-sekolah sekitarnya untuk percepatan pendatan di wilayahnya masing-masing.
  17. Bentuk komunitas atau forum dapodik di lingkungan sekolah atau wilayahnya untuk mempermudah koordinasi dan informasi yang bersifat sukarela dan kekeluargaan.
Itulah hal-hal yang harus diperhatikan oleh operator dapodik sebelum menggunakan aplikasi dapodikdas 2013. Semoga Tuhan YME memberikan kemudahan dan berkah pada kita semua demi kemajuan pendidikan

Aplikasi Dapodik 2013

Bertepatan dengan hari Kesaktian Pancasila pada tanggal 1 Oktober 2013 yang lalu, Direktorat jenderal pendidikan dasar meluncurkan aplikasi pendataan pokok pendidikan dasar (DAPODIKDAS) versi 2.0. Melalui aplikasi DAPODIKDAS yang terbaru ini nantinya operator pendataan dinas pendidikan kota/kabupaten akan secara serentak melakukan percepatan penjaringan data pokok pendidikan dasar tahun 2013.

Berdasarkan surat edaran dari Dirjen Dikdas tanggal 1 Oktober 2013 kepada seluruh kepala dinas pendidikan propinsi/kota/kabupaten tentang percepatan proses data pokok pendidikan dasar tahun pelajaran 2013/2014 disampaikan bahwa terhitung tanggal 2 Oktober 2013 lalu, seluruh operator dapodik sudah dapat mengunggah data pokok pendidikan dasar tahun pelajaran 2013/2014. Demikian juga bagi yang sudah mengunggah data ditahun sebelumnya, mulai tanggal 2 Oktober 2013 ini juga sudah dapat mengupdate data yang sudah diunggah sebelumnya. Adapun batas waktu pendataan data pokok pendidikan dasar ini adalah 30 November 2013. Pendataan ini menjadi sangat penting karena data DAPODIK ini akan digunakan untuk perencanaan pengalokasian dan dasar penyaluran dana BOS, BSM, DAK, Rehabilitasi Sekolah, Tunjangan Guru, Bantuan Sarana Prasarana Sekolah serta bantuan program lainnya.

Kali ini layanan PTK berbagi aplikasi serta beberapa instrumen pendukung lainnya untuk membantu operator sekolah dalam mensukseskan proses percepataan pendataan data pokok pendidikan ini. Adapun kode resgitrasinya, akan didistribusikan oleh Dinas Pendidikan kota/kabupaten masing-masing.(KS)

Cara Cek Bantuan Kualifikasi Akademik Bagi Guru

Rabu, 09 Oktober 2013 //
Kerinciilok.com -Pemerintah memberikan bantuan kualifikasi akademik bagi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang sedang menempuh pendidikan. Bantuan dana ini diberikan pada guru yang masih melanjutkan pendidikan untuk memenuhi kualifikasi pendidikannya. Misalnya guru lulusan D2 yang sedang melanjutkan ke jenjang S1.


Pemberian bantuan biaya peningkatan kualifikasi akademik bagi guru ini bertujuan untuk memotivasi guru menyelesaikan studi sampai memperoleh ijasah S1, mempercepat proses peningkatan kualitas pendidikan melalui peningkatan mutu guru, dan mengurangi beban biaya yang harus ditanggung guru untuk memperoleh kualifikasi akademik S1.



Mekanisme yang digunakan untuk penyaluran bantuan kualifikasi akademik ke jenjang S1 bagi guru PNS dan bukan PNS tidak hanya dilakukan secara manual seperti tahun lalu tetapi juga dengan sistem digital. Pemberkasan dengan cara sistem digital dilakukan secara online melalui Dapodik yang harus diisi dan diperbarui secara terus menerus oleh guru di sekolah masing-masing.



Untuk mengecek atau melihat status aneka seperti; tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus, dan bantuan kualifikasi akademik dapat mengunjungi situs Direktorat P2TK Dikdas dengan berdomain http://223.27.144.195:8000/. Untuk melihatnya login terlebih dahulu dengan memasukkan NUPTK dan Password berupa tanggal lahir (YYYYMMDD). 


Kemendikbud Tetap Melaksanakan Ujian Nasional

Sabtu, 28 September 2013 //
Jakarta. Pada tahun ajaran 2013/2014 ini Ujian Nasional (UN) akan tetap dilaksanakan. Hasil konvensi pendidikan selama dua hari 26-27 September menyepakati evaluasi akhir tahap belajar tersebut tetap dilaksanakan. Pelaksanaan UN yang kredibel dan reliabel menjadi tema pada konvensi yang digelar di Jakarta.

Meskipun ada banyak pihak yang menolak bahkan membuat konvensi tandingan Kemendikbud memutuskan tetap mengelar UN. Komposisi untuk menentukan nilai akhir ini masih sama dengan penyelenggaraan UN pada tahun sebelumnya, 60:40 untuk nilai ujian sekolah dan ujian nasional. 

"Jika negara ini ingin maju harus ada ujian yang mengukur standar nasional itu sendiri, mengukur kompetensi peserta didik di akhir masa belajar di satuan pendidikan sehingga kami sepakat untuk tetap melaksanakan Ujian Nasional tahun depan," kata Wamendikbud, Musliar Kasim dikutip dari Antara (27/09/2013).

Kasim mengatakan pada tahun-tahun ke depan, baik nilai ujian sekolah maupun nilai UN keduanya menentukan kelulusan peserta didik masing-masing dengan komposisi 100 persen. Untuk penggandaan soal disepakati akan diserahkan ke daerah tetapi masih akan dibahas apakah berbasis region atau provinsi.

Jika mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan, UN untuk jenjang SD dan sederajat (MI/SDLB) akan ditiadakan. PP No. 32/2013 secara tegas menghapus ketentuan Pasal 70 Ayat (1,2) pada PP No. 19/2005, yang di dalamnya menyebutkan mengenai materi Ujian Nasional tingkat SD dan sederajat.

Pasal 72 Ayat (1a) pada PP No. 32/2013 dinyatakan peserta didik lulus setelah memenuhi ketentuan pada Ayat (1), yaitu; a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran; b. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran; c. Lulus ujian sekolah/madrasah. 

Kelulusan peserta didik tingkat SD dan sederajat dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan. Ketentuan pengecualian UN SD dan sederajat berlaku sejak tahun ajaran 2013/2014. Sebelumnya mata pelajaran yang diujikan pada UN SD dan sederajat adalah Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). 



Info Beasiswa Scholarships

Rabu, 11 September 2013 //
info Beasiswa terbaru s1, s2, s3 scholarships Subscribe to RSS Feed
About Scholarships

A scholarship (beasiswa) is an award of access to an institution, or a financial aid award for a student to further education. Scholarships are awarded on various criteria usually reflecting the values and purposes of the donor or founder of the award.

The most common scholarships may be classified as:

* Merit-based: These awards are based on a student's athletic, academic, artistic or other abilities, and often factor in an applicant's community service record and extracurricular activities. The most common merit-based scholarships, awarded by either private organizations or directly by a student's intended college, recognize academic achievement or high scores on the ACT and SAT standardized tests.
* Need-based: These awards are based on the student and family's financial record and will require applicants to fill out a FAFSA to qualify if the scholarship is a federal award. Private need-based scholarships will also often require the results of a FAFSA, which calculates a student's financial need through a formula looking at the expected family contribution and cost of attendance at the intended college.
* Student-specific: These are scholarships where applicants must initially qualify by race, gender, religion, family and medical history, or many other student-specific factors. Minority scholarships are the most common awards in this category, and not all are based in the United States. For example, students in Canada may qualify for a number of aboriginal scholarships, whether they study at home or abroad.
* Career-specific: These are scholarships awarded by a college or university to students planning to pursue a specific field of study. Often the most generous awards are given to students pursuing careers in high-need areas such as education or nursing. Nursing students are in high demand, and many schools will give future nurses full scholarships to enter the field, especially if the student intends to work in a high-need community.

Undergraduate education (Indonesian, Sarjana S1) is an education level taken prior to gaining a first degree, hence in many subjects in many educational systems, undergraduate education is post-secondary education up to the level of a bachelor's degree, such as in the United States, where a university entry level is known as undergraduate, while students of higher degrees are known as graduates, while in some other educational systems and subjects, undergraduate education is post-secondary education up to the level of a master's degree, for example some science and engineering courses in Britain or some medicine courses in Europe.A scholarship for this level in Indonesia is called Beasiswa S1

A master's degree is an academic degree granted to individuals who have undergone study demonstrating a mastery or high-order overview of a specific field of study or area of professional practice. Within the area studied, graduates possess advanced knowledge of a specialized body of theoretical and applied topics; high order skills in analysis, critical evaluation and/or professional application; and the ability to solve complex problems and think rigorously and independently.A scholarship for this level in Indonesia is called Beasiswa S2.

In some languages, a master's degree is called a magister, which is Latin for master (teacher), and magister or a cognate can also be used for a person who has the degree. There are various degrees of the same level, such as engineer's degrees, which have different names for historical reasons.

Doctor of Philosophy , abbreviated PhD (also Ph.D.), for the Latin philosophiæ doctor, meaning "teacher of philosophy", or alternatively, DPhil, Dr. phil. or similar, for the equivalent doctor philosophiæ, is an advanced academic degree awarded by universities. In many English-speaking countries, the PhD is the highest degree one can earn and applies to graduates in a wide array of disciplines in the sciences and humanities. The PhD or equivalent has become a requirement for a career as a university professor or researcher in most fields. A scholarship for this level in Indonesia is called Beasiswa

Tekan Biaya Kuliah dan Kesejahteraan Guru

Selasa, 10 September 2013 //
Mendikbud
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melanjutkan pembahasan penggunaan uang APBN 2014 bersama Komisi X (bidang pendidikan) DPR kemarin.
 
Kementerian memproyeksikan anggaran pendidikan tahun depat tetap fokus untuk menekan biaya kuliah dan kesejahteraan guru.
Mendikbud Mohammad Nuh menuturkan, skenario menekan biaya kuliah tahun depan tetap dijalankan melalui pemberian biaya operasional perguruan tinggi negeri (BOPTN). "Kita akan naikkan anggaran untuk BOPTN 2014 nanti," katanya.
Menteri asal Surabaya itu menerangkan bahwa pada 2012 lalu anggaran untuk BOPTN dipatok Rp 1,2 triliun. Kemudian tahun ini anggaran BOPTN ditetapkan Rp 2,7 triliun. Tahun depan Nuh mengatakan anggaran BOPTN minimal Rp 3 triliun. "Idealnya tahun depan anggaran BOPTN Rp 4 triliun. Nominal ini masih pembahasan," kata dian.
Nuh melaporkan bahwa pemberian BOPTN ini terbukti mampu menekan biaya kuliah melalui sistem uang kuliah tunggal (UKT). Minimal bisa memberikan biaya kuliah rendah bahkan gratis kepada sejumlah mahasiswa baru.
Mantan rektor Institut Teknologi Supuluh Nopember (ITS) Surabaya itu mengatakan, ada 7,15 persen mahasiswa baru yang hanya dibebani biaya kuliah angara Rp 0 hingga Rp 500 ribu per semester. Kemudian ada sekitar 10 persen mahasiswa baru yang di
bebani biaya SPP Rp 500.001 hingga Rp 1 juta per semester.
Jika ditotal maka ada sekitar 17 persen mahasiswa baru yang mendapatkan biaya kuliah rendah. "Padahal rancangan kami hanya 10 persen yang mendapatkan biaya SPP grade rendah itu," kata Nuh.
Hingga Jumat (6/9) lalu, jumlah PTN yang sudah melaporkan UKT di kampus masing-masing ada 79 unit. Sisanya sejumlah 14 PTN belum melaporkan sistem UKT di kampusnya. Nuh mengatakan Kemendikbud sudah mengeluarkan ultimatum kepada kampus terkait pengucuran dana BOPTN itu. "Jika tidak bisa menekan biaya kuliah, maka BOPTN untuk kampus bersangkutan akan dicabut," tandasnya.
Selain itu Nuh menuturkan tentang pemberian tunjangan kepada guru yang berugas di Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). Dia menuturkan SILN yang terpadat siswanya ada di Filipina dan Malaysia. Kemendikbud menetapkan guru yang bertugas di SILN mendapatkan gaji sebesar Rp 15 juta/perbulan plus tunjangan Rp 2 juta/perbulan.
Guru yang sudah menjadi PNS maupun yang masih non PNS, atau bahkan lulusan baru dari fakultas pendidikan bisa melamar untuk menjadi guru SILN. Pengumuman rekrutmen guru SILN ini diumumkan secara berkala oleh Kemendikbud. "Pemberian gaji besar itu wajar dengan beban dan kondisi mengajar mereka," tandasnya.
Nuh mencontohkan guru yang mengajar di Davao, Filipina atau di Tawau, Negara Bagian Sabah, Malaysia. Guru-guru yang mengajar di dua wilayah ini ditempatkan di perkebunan. Dia mengatakan anak-anak WNI yang berada di luar negeri tetap berhak mengenyam pendidikan

Buku Pelajaran Berisi Kata Tak Senonoh Ditemukan di Medan

Jumat, 06 September 2013 //
Kerinciilok.com-  ( liputan6) Sumatera Utara : Lagi-lagi buku pelajaran sekolah tak layak untuk dipelajari. Di SMP Negeri 02 Sipis Pis, Medan, Sumatera Utara ditemukan kata- kata kasar dan tak senonoh pada buku Bahasa Indonesia kurikulum 2013. Padahal buku yang tak layak dipelajari ini diterima pihak sekolah langsung dari Kementerian Pendidikan dan Kebuayaan.Tayangan Liputan 6 Pagi SCTV, Sabtu (7/9/2013) memberitakan, beredarnya buku Bahasa Indonesia cetakan 2013 yang diterbitkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan membuat guru para siswa kelas 7 SMP Negeri 02 Sipis Pis terkejut.Sebab pada halaman 225 dalam buku ini terdapat cerita pendek yang ceritanya menggunakan kata-kata kasar dan tak pantas untuk dipelajari.Sementara itu, buku serupa juga ditemukan di SMP Negeri 01 Tebing Tinggi dan sejumlah daerah di Indonesia seperti Semarang, Garut dan Madiun. Buku cetakan yang diterbitkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini ditarik kembali oleh kepala sekolah dari para siswa dan akan dikembalikan ke Dinas Pendidikan. (Tya/Ali)

Cara Pengecekan Tunjangan Guru Terbaru

Sabtu, 24 Agustus 2013 // ,
Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar (P2TK Dikdas) mengalihkan situs pengecekan data aneka tunjangan. Untuk mengecek atau melihat status aneka tunjangan berubah alamat situsnya. Aneka tunjangan yang bisa dicek itu meliputi; tunjangan Profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus, dan bantuan kualifikasi akademik.


Sebelumnya untuk mengecek status tunjangan guru, bisa dilihat di alamat situs http://116.66.201.163:8080. Mulai beberapa hari kemarin P2TK Dikdas memberitahukan jika alamat untuk mengecek aneka tunjangan telah diganti dengan alamat situs baru, yaitu di http://223.27.144.195:8000


Alamat Baru Situs Pengecekan Aneka Tunjangan
Alamat Baru Untuk Cek Tunjangan Profesi, Fungsional, Tunjangan Khusus
Meskipun berubah alamat situsnya, tetapi tampilan lamannya masih tetap sama. Untuk mengecek data dan status tunjangan seperti tunjangan profesi, fungsional, tunjangan khusus, dan bantuan kualifikasi akademik tetap sama. Untuk melihatnya, Anda harus login terlebih dahulu, yaitu dengan memasukkan NUPTK dan Password berupa tanggal lahir (YYYYMMDD).


Data yang ada di Direktorak P2TK Dikdas berasal dari Data Pokok Kependidikan (Dapodik). Dapodik merupakan program pendataan yang menjaring tiga entitas data pokok pendidikan di seluruh Indonesia secara individual dan relasional. Tiga entitas data tersebut yaitu peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), dan satuan pendidikan. Penjaringan dilakukan secara online melalui Aplikasi Dapodik.


Direktorat P2TK Dikdas menggunakan data Dapodik sebagai bahan mentah untuk menyalurkan tunjangan pada guru (PTK) sesuai kriteria dan aturan. Jika ada data yang belum terjaring, itu bisa terjadi karena pengisian instrumen pendataan oleh operator sekolah belum lengkap. Maka yang perlu dilakukan adalah melengkapi instrumen pendataan pada Aplikasi Dapodik dan mengirimkannya kembali. 



Cara Pengisian Data dan EDS Siswa Padamu

Dibutuhkan minimal 30 siswa untuk mengisi EDS Siswa secara online di layanan Padamu Negeri. Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) siswa yang dijadikan responden kuisoner EDS Siswa adalah kelas 5 dan 6. Mereka diminta untuk menjawab 18 pertanyaan EDS Siswa, tentu ini bisa dilakukan setelah data siswa diunggah di Padamu Negeri dan sudah mencetak akun siswaa.

Catatan : 
  • Pengisian data ini untuk dilakukn oleh siswa
  • Sebelumnya data harus dimasukkan oleh Admin Sekolah untuk mendapatkan token aktivasi caranya dapat di klik disini atau disini

Proses pengunggahan data siswa dan aktivasi akun siswa dan pengisian kuisoner EDS Siswa sudah dimulai sejak tanggal 19 Agustus 2013. Pengunggahan data siswa dan pelaksanaan EDS Siswa merupakan salah satu tahapan yang harus dilaksanakan dalam proses Verivikasi validasi (Verval) NUPTK.

Cara Pengisian EDS Siswa di Padamu Negeri

1. Akses situs http://padamu.siap.web.id/

2. Pilih Login Siswa.
Cara Pengisian Data dan EDS Siswa Padamu

3. Masukkan SIAP ID dan password yang diperoleh dari Operator Sekolah berupa surat edaran. Password harus sama persis dengan lembaran yang tertera, karena bersifat case sensitive (besar kecil harus diperhatikan). Seperti gambar berikut:
Cara Pengisian Data dan EDS Siswa Padamu

4. Ketika berhasil login maka akan tampil seperti berikut:
Cara Pengisian Data dan EDS Siswa Padamu


5. Periksa kembali data untuk memastikan data Anda sudah benar, dengan klik tombol “Cek Data”

6. Pilih “Isi Angket” untuk melakukan pengisian angket EDS (Evaluasi Diri Sekolah).

7. Pengisian angket bisa memilih lebih dari satu pilihan sesuai dengan jawaban yang sebenar-benarnya.

8. Silahkan isi angket kemudian pilih “Lanjut” sampai selesai pengisian

Cara Pengisian Data dan EDS Siswa Padamu

9. Jika proses pengisian EDS Siswa telah selesai, maka akan tampil seperti berikut:

Cara Pengisian Data dan EDS Siswa Padamu


10. Untuk koreksi isian angket jika terdapat kesalahan/kekeliruan silahkan klik tombol “Edit Angket”. Sampai pada tahap ini isian EDS Siswa telah selesai.

Cara pengisian EDS Siswa di atas dikutip dari Buku Panduan Pengisian Data EDS Siswa yang dikeluarkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan - Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP). EDS secara online ini digunakan untuk proses analisa mutu pendidikan mulai dari tingkat sekolah, tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi hingga tingkat nasional.

Anggaran Pendidikan Tahun 2014 Rp 371,2 Triliun

Jumat, 16 Agustus 2013 //
Kerinciilok.com Jakarta -Anggaran fungsi pendidikan pada tahun 2014 sebanyak Rp 371,2 triliun. Alokasi anggaran ini naik 7,5 persen jika dibandingkan dengan anggaran pendidikan tahun ini sebanyak Rp345,3 triliun.
Hal tersebut disampaikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada saat menyampaikan Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2014 dan Nota Keuangannya di Gedung DPR/MPR/DPD RI, Jakarta Jumat (16/8/2013).
“Alhamdulillah kita dapat memenuhi amanat konstitusi untuk mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN. Kita bersyukur dari tahun ke tahun alokasi anggaran pendidikan dapat terus kita tingkatkan,” kata SBY.
Presiden SBY mengatakan, alokasi anggaran pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag) diarahkan untuk meningkatkan mutu akses dan pemerataan pelayanan pendidikan. Tujuannya, kata SBY, untuk mengakselerasi pembangunan sumber daya manusia sekaligus memanfaatkan bonus demografi dan momentum 100 tahun Indonesia merdeka.
“Untuk itu, mulai tahun pelajaran 2013/2014 (program) Wajib Belajar 9 tahun atau jenjang pendidikan dasar ditingkatkan ke jenjang pendidikan menengah melalui program pendidikan menengah universal atau PMU,” katanya.
Hal ini, kata Presiden, dimaksudkan, agar anak-anak Indonesia pada usia 16-18 tahun pada tahun 2020 nanti minimal 97 persen berpendidikan menengah. Apabila tanpa program PMU, lanjut SBY, angka tersebut baru dicapai pada tahun 2040.
Dalam RAPBN tahun 2014 pendapatan negara mencapai Rp 1.662,5 triliun. Jumlah ini naik sebesar 10 persen dari target pendapatan negara pada APBN-P 2013 sebesar Rp 1.502 triliun. Sedangkan anggaran belanja negara direncanakan mencapai Rp 1.816,7 triliun, atau naik 5,2 persen dari pagu APBN-P 2013 sebesar Rp 1.726,2 triliun.

Daftar Nama Sekolah Pelaksana Uji Coba Kurikulum 2013

Selasa, 09 Juli 2013 //
Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yakin dapat menyelesaikan persiapan pelaksanaan Kurikulum 2013. Kurikulum ini rencananya akan mulai berjalan pada tahun ajaran baru 15 Juli 2013. Para murid nanti akan menerima paket buku gratis dari Kemendikbud.

Berikut ini nama sekolah sasaran yang melaksanakan Kurikulum 2013 

77.920 Tunjangan Profesi Guru Dikdas Batal

Senin, 08 Juli 2013 //
JAKARTA--Wajar jika banyak guru bersertifikat yang mengeluh karena tunjangan profesi mereka tidak cair. Sebab untuk kelompok pendidikan dasar (SD dan SMP) saja, pemerintah memastikan ada 77.920 surat keterangan (SK) pencairan tunjangan profesinya tidak bisa diterbitkan alias dibatalkan.

Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar (Ditjen Dikdas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sumarna Suryapranata mengatakan, puluhan SK pencairan tunjangan profesi itu tidak bisa diterbitkan karena banyak hal. "Diantaranya adalah guru yang bersangkutan sudah pensiun atau meninggal dunia," katanya.

Pejabat yang akrab disapa Pranata itu juga mengatakan, alasan lain SK tidak bisa cair disebabkan karena tidak bisa mencapai beban mengajar minimal sebesar 24 jam pelajaran per pekan. Dia menegaskan bahwa ketentuan bobot mengajar atau tatap muka ini tidak bisa diotak-atik karena merupakan amanah peraturan perundang-undangan.

Pranata menguraikan hingga 2 Juli lalu, untuk jenjang SD ada 31.124 SK tidak bisa terbit karena terindikasi pensiun. Selanjutnya ada 5.865 SK tidak bisa terbit karena guru yang bersangkutan tidak bisa memenuhi ketentuan minimal mengajar 24 jam pelajaran per pekan.

Sementara untuk jenjang SMP ada 4.979 SK tidak bisa terbit karena terindikasi pensiun. Lalu ada 22.334 SK tidak bisa terbit karena guru yang bersangkutan tidak mengajar minimal 24 jam pelajaran per pekan.

Pranata mengatakan Kemendikbud bisa memantau kondisi guru calon penerima tunjangan profesi secara akurat melalui rekaman data pokok pendidikan (dapodik). "Jadi jika disabut dapodik itu bisa membuat guru tidak menerima tunjangan profesi, itu memang iya," tegasnya. Pranata menegaskan bahwa Kemendikbud tidak mau mengambil resiko mencairkan tunjangan profesi kepada guru yang tidak berhak sesuai persyaratan administrasi.

"Kita kasihan gurunya. Nanti dikejar-kejar untuk mengembalikan uang pemerintah," tandasnya. Selain itu pencairan tunjangan yang tidak tepat ini bisa berujung pada temuan hasil audit keuangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Pranata lantas menjelaskan progres penerbitan SK tunjangan profesi guru SD dan SMP di Jawa Timur. Dalam DIPA Kemendikbud jumlah guru yang menjadi sasaran pencairan tunjangan adalah 142.622 orang, tetapi data sesuai kriteria adalah 132.487 orang.

Posisi saat ini sudah ada 119.112 SK pencairan tunjangan profesi yang sudah dicairkan. Lalu masih ada 13.375 SK yang masih dalam fase verifikasi manual atau offline. Sedangkan SK pencairan tunjangan profesi guru yang tidak bisa terbit mencapai 10.135 orang.

Pranata lantas menuturkan perkembangan penyaluran atau daya serap anggaran tunjangan profesi untuk triwulan I dan II 2013. "Yang bisa kami pantau adalah yang dicairkan Kemendikbud. Yakni untuk guru non PNS," kata dia. Data terbaru menyebutkan Kemendikbud sudah mencairkan tunjangan profesi guru non PNS sebesar Rp 910,67 miliar. Sedangkan anggaran yang belum tersalurkan masih Rp 444,23 miliar. Anggaran total untuk satu tahun (triwulan I-IV) mencapai sekitar Rp 2,7 triliuan. (wan)
Sumber : jpnn

Kelender Pendidikan 2013

Minggu, 30 Juni 2013 //
Tahun pelajaran baru 2013/2014 akan segera datang. Untuk bapak dan ibu guru pastinya disibukan dengan mempersiapkan perangkat pembelajaran seperti silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Program semester (Promes), Program Tahunan (Prota) yang baru. Apalagi sekarang untuk kelas-kelas tertentu harus mengikuti kurikulum 2013.
Tapi untuk membuat program tahunan dan program semester pasti membutuhkan yang namanya kalender pendidikan yang dibuat oleh Dinas Pendidikan Kabupaten setempat berdasarkan Keputusan Mendiknas.

Tahun pelajaran 2013/2014 ini juga dimulai implementasi Kurikulum 2013 di sekolah terpilih. Penerapan Kurikulum Tematik Integratif bagi Sekolah Dasar (SD) ini dilaksanakan secara bertahap, ditargetkan berlaku penuh tahun 2015. Selengkapnya Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2013/2014 dapat didownload di tuatan berikut ini:



Pengajuan Baru NUPTK 2013

Senin, 24 Juni 2013 //
Kerinciilok.  NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) adalah kode identitas unik yang diberikan kepada seluruh Pendidik (Guru) dan Tenaga Kependidikan (Staf) di seluruh satuan pendidikan (Sekolah) di Indonesia. NUPTK dibangun oleh Direktorat Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas tahun 2006. 
Berdasarkan situs http://padamu.kemdikbud.go.id/ Setiap PTK yang belum memiliki NUPTK bisa melakukan proses Registrasi PTK terlebih dahulu untuk mendapatkan PegID (Pegawai Register ID). Silakan unduh FORMULIR A05 atau FORMULIR A06 untuk memulai proses Registrasi PTK.
Untuk lebih jelas silakan kunjungi http://padamu.kemdikbud.go.id/

Prosedur VerVal NUPTK dan Pemutahiran Data NUPTK

Sabtu, 08 Juni 2013 //
NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) merupakan kode identitas unik yang diberikan kepada seluruh Pendidik (Guru) dan Tenaga Kependidikan (Staf) di seluruh satuan pendidikan (Sekolah) di Indonesia.

NUPTK dibangun oleh Direktorat Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas tahun 2006.
Seiring dengan program Reformasi Birokrasi, NUPTK sejak tahun 2011 dikelola oleh Sekretariat Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam perkembangannya, NUPTK menjadi syarat utama yang harus dimiliki oleh seluruh PTK se-Indonesia untuk dapat mengikuti program-program Kementrian lainnya, antara lain:
  • Sertifikasi PTK
  • Uji Kompetensi PTK
  • Diklat PTK, dan
  • Aneka Tunjangan PTK

Mengapa harus VerVal Ulang NUPTK 2013?

  1. NUPTK yang dikelola oleh PMPTK sejak tahun 2006 - 2010 kemudian dikelola oleh BPSDMPK-PMP sejak 2011 menjadi kode referensi utama untuk dapat mengikuti berbagai program pengembangan PTK yang dilaksanakan oleh Kemdikbud, antara lain: Sertifikasi, Uji Kompetensi, Diklat, dan Aneka Tunjangan PTK lainnya.
  2. BPSDMPK-PMP yang bertanggungjawab sepenuhnya terhadap pengelolaan NUPTK sangat berkepentingan melakukan VerVal Ulang NUPTK 2013 dalam rangka meningkatkan penjaminan mutu pendidikan nasional khususnya para PTK.
  3. Dengan peran aktif PTK dalam melaksanakan program VerVal Ulang NUPTK periode 2013 ini. BPSDMPK-PMP dapat membantu progress penjaminan peningkatan mutu para PTK dengan lebih obyektif, transparan, akurat dan berkesinambungan.
  4. Data PTK hasil VerVal Ulang NUPTK yang dikelola oleh BPSDMPK-PMP akan menjadi sumber referensi utama untuk pelaksanaan program-program peningkatan mutu PTK yang dilaksanakan oleh Direktorat Kemdikbud terkait pada tahapan selanjutnya.

Apa manfaat bagi PTK?

  1. Setiap PTK diberi akun login untuk dapat memutakhirkan data personal masing-masing setiap saat setiap waktu darimana saja secara online 24 jam.
  2. Setiap PTK akan diberi fasilitas media jejaring sosial untuk saling berbagi, berkomunikasi dan berkolaborasi antar PTK se-Indonesia.
  3. Setiap PTK akan memiliki Kartu Digital NUPTK yang uptodate di http://padamu.kemdikbud.go.id/kode_nuptk (dalam proses pengembangan)
  4. Setiap PTK akan diberi fasilitas ruang penyimpanan (storage) online untuk menyimpan beragam arsip dokumen secara digital seperti: Ijazah, Sertifikat, Piagam-Piagam, Surat Tugas, dan lain sebagainya (dalam proses pengembangan )

10 Educational iPad Apps For A Well-Rounded Elementary Curriculum

Kamis, 06 Juni 2013 //
The Education category of the App Store features an overwhelming number of apps, great for both parents and teachers.
Each subject search displays a diverse and colorful selection of apps to cover just about anything you’ll be adding to your digital curriculum. However, with so many choices, it’s hard to discern a download-worthy app from the next. (A simple search for math apps yielded well over 200 results.) Here is a list of educational iPad apps by subject matter that you may not have heard of before, but are certainly worth a look.
1. Mathematics: Lola’s Math Train (iOS/Android)
Free/Paid
Lola’s Math Train invites preschool and elementary school children to learn key skills like adding, subtracting and puzzle-solving through interactive elements on each of the pages. With varying levels and self-advancing difficulty, Lola’s Math Train challenges players while also providing them with an entertaining tool to strengthen their math skills. There is a free and premium version available on both iOS and Android.
2. Nutrition: Smash Your Food (iOS)
Free/Paid
There is something satisfying about watching junk food favorites get smashed into an oozy, gooey mess and not having to clean it up. But students can only see this happen if they guess the nutrition facts of the doomed food first. Smash Your Food teaches the value of healthy eating in a non-traditional manner by doling out tips to parents and setting up challenges for more points. There is a free and premium version available.
3. Science: Simple Physics (iOS/Amazon)
Paid
Building popsicle stick bridges in science class are a fond memory for many of us. Naturally, there is an app for that. Simple Physics introduces the basics of engineering by asking students to build simple structures. They must also take into consideration wind speed, maximum weight and budget before completing a level. It’s an addicting tool… and far less messy.
4. Social Skills: Awesome Upstander! (iOS/Android/Online)
Free/Paid
Awesome Upstander! wants to show elementary and middle school students how they can help stop bullying. This social awareness app features a game where making new friends and collecting clever “must-have” items can help outsmart bullies. The game is available to play online for free, but may be downloaded via the iTunes App Store or Google Play for $0.99.
5. Creative Writing: Write It Versus (iOS)
Free/Paid
In this “grown-up” app to help high school students learn vocabulary and think creatively, players help Astro and his friends defeat the Evil Mr. Sharks in a writer’s battle royale. Each player gets three words to include in a short, Twitter-friendly, story before passing it on to a friend. The Mad Libs-like story can then be broadcast over a variety of social networks. The premium version includes the ability to download a complete story to PDF.
6. English: The Grading Game (iOS)
Paid
The Grading Game puts a player in the shoes of a poor Teacher’s Assistant, who can only pay off his load debts by correcting term papers for a crazy professor. Students have the chance wield the red pen and earn in-game money each time they fail someone. The faster the grammar and spelling errors are found, the bigger the payout. Challenges can be played for free, but in-app purchases are available for more themed term papers.
7. Language: PinYinPal (iPad)
Free
Coined as the “only Chinese word game played with letters of the alphabet,” PinYinPal is a Scrabble-type game that teaches Simplified Mandarin Chinese. The completely free app features a built-in dictionary and anagram tool with audio pronunciations to help students learn through gamification. At the end of each turn, a player can get more points if he or she remembers the character and definition of the word played.
8. Reading: My Beastly ABCs (iPad)
Paid
This whimsical, interactive ABC storybook app features a young boy who has an unlucky day full of monstrous and mythical encounters. Students can read along or have Jim Dale, narrator of the Harry Potter audio books, read it to them. Additional features include monster index, variety of reading options (narration off, autoplay, etc).
9. Art: Paper by Fifty Three (iPad)
Free
Okay, so maybe you’ve heard of this one, but that proves its worth. Paper is gorgeously designed and is a great way to keep sketches and inspire creativity. Its minimalist approach allows students to use only basic tools and colors to practice drawing. Notes, scribbles, and drawings can then be shared over the web. Additional in-app tools can be purchased, but the free version is more than adequate.
Paid
Music theory books can be a thing of the past. This interactive app features mini quizzes and tutorials to take students through the basics of music theory. There is also a really cute owl that whistles wildly when questions are correctly answered. Music theory can be daunting ― there are 2000+ questions in the app alone. This is a fun and simple way to explore it.


Cara Melihat Daftar Guru Yang Belum Sertikasi

Jumat, 19 April 2013 //
Cara Melihat Daftar Guru Yang Belum Sertikasi Semua Propinsi - Masih banyak Bapak/Ibu Guru yang belum tahu bagaimana cara melihat daftar nominasi para guru yang belum bersertifikat pendidik, atau yang belum sertifikasi. Hal ini dikarenakan banyaknya para guru yang masih belum memahami atau masih kurangnya penguasaan dibidang teknologi. Maka dari itu masih banyak para guru yang ketinggalan informasi akibat kendala tersebut. Padahal sekarang ini sudah jamannya teknologi semua, pemberitahuan dalam bentuk apapun sering lewat email atau website. Ini otomatis kita membutuhkan koneksi internet dan perlu settingan dan sebagainya. Nah hal inilah yang menjadi kendala bagi bapak/ibu guru yang belum lancar dengan Teknologi.

Kampus-info akan memberikan tutorial cara Melihat Daftar Guru Yang Belum Sertifikasi Semua Propinsi Di Indonesia dan Semua Jenjang Pendidikan Baik SD, SMP ataupun SMA. Jadi Jika bapak/ibu guru yang belum tahu cara melihat daftar guru yang belum sertifikasi maka simak baik2 cara berikut ini.

Cara Melihat Daftar Guru Yang Belum Sertifikasi SD, SMP, SMA
langkah yang pertama yaitu mengunjungi situs resmi info sertifikasi guru, Anda semua bisa masuk dengan cara klik DISINI  or  http://sergur.kemdiknas.go.id/



  • Kemudian Disitu ada Beberapa pilihan menu yang salah satunya tertulis Daftar Guru Belum Bersertifikat Pendidik. Lihat gambarnya dibawah ini dan perhatikan tanda panah hijau.
  • Setelah Masuk di daftar guru yang belum bersertifikat, maka akan ada tampilan yang menunjukkan beberapa pilihan menu, diantaranya KRITERIA, PENCARIAN, BERANDA. Maka anda bisa memilih sesuai selera anda yang menurut anda lebih mudah. Tampilannya akan seperti berikut ini

  • Jika anda Pilih Pencarian Maka anda disuruh memasukkan NUPTK anda dan bisa anda Klik di icon Pencarian. Maka akan terlihat daftar nominasinya. 
  • Atau Jika anda Lupa NUPTK anda, anda bisa mencarinya melalui Menu KRITERIA. Cara ini akan lebih detil karena seluruh peserta akan di proses di menu ini.
  • Di Menu Kriteria anda bisa memilih sesuai propinsi dan kabupaten satuan pendidikan anda. Setelah anda Pilih, maka tinggal anda klik untuk di tampilkan. 
  • Sebagai Contoh yang saya Masukkan adalah Propinsi Jawa tengah Kabupaten Wonogiri. Nanti datanya akan seperti ini


Silahkan dicari sekolah dan nama anda, Jika Sudah Masuk berarti anda tinggal menunggu proses selanjutnya saja

 

Struktur Kurikulum 2013

Selasa, 26 Februari 2013 //
Kerinci Ilok.( Kemdiknas ) Dalam teori kurikulum (Anita Lie, 2012) keberhasilan suatu kurikulum merupakan proses panjang, mulai dari kristalisasi berbagai gagasan dan konsep ideal tentang pendidikan, perumusan desain kurikulum, persiapan pendidik dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana, tata kelola pelaksanaan kurikulum --termasuk pembelajaran-- dan penilaian pembelajaran dan kurikulum.
Struktur kurikulum dalam hal perumusan desain kurikulum, menjadi amat penting. Karena begitu struktur yang disiapkan tidak mengarah sekaligus menopang pada apa yang ingin dicapai dalam kurikulum, maka bisa dipastikan implementasinya pun akan kedodoran.
iklan4-gbr1
iklan4-tabel1
iklan4-tabel2
Pada titik inilah, maka penyampaian struktur kurikulum dalam uji publik ini menjadi penting. Tabel 1 menunjukkan dasar pemikiran perancangan struktur kurikulum SD, minimal ada sebelas item. Sementara dalam rancangan struktur kurikulum SD ada tiga alternatif yang di mesti kita berikan masukan.

iklan4-tbl2Di jenjang SMP usulan rancangan struktur kurikulum diperlihatkan pada tabel 2. Bagaimana dengan jenjang SMA/SMK? Bisa diturunkan dari standar kompetensi lulusan (SKL) yang sudah ditentukan, dan juga perlu diberikan masukan.
Tiga Persiapan untuk Implementasi Kurikulum 2013
ADA pertanyaan yang muncul bernada khawatir, dalam uji publik kurikulum 2013? Persiapan apa yang dilakukan Kemdikbud untuk kurikulum 2013? Apakah sedemikian mendesaknya, sehingga tahun pelajaran 2013 mendatang, kurikulum itu sudah harus diterapkan. Menjawab kekhawatiran itu, sedikitnya ada tiga persiapan yang sudah masuk agenda Kementerian untuk implementasi kurikulum 2013. Pertama, berkait dengan buku pegangan dan buku murid. Ini penting, jika kurikulum mengalami perbaikan, sementara bukunya tetap, maka bisa jadi kurikulum hanya sebagai “macan kertas”.
Pemerintah bertekad untuk menyiapkan buku induk untuk pegangan guru dan murid, yang tentu saja dua buku itu berbeda konten satu dengan lainnya.
Kedua, pelatihan guru. Karena implementasi kurikulum dilakukan secara bertahap, maka pelatihan kepada guru pun dilakukan bertahap. Jika implementasi dimulai untuk kelas satu, empat di jenjang SD dan kelas tujuh, di SMP, serta kelas sepuluh di SMA/SMK, tentu guru yang diikutkan dalam pelatihan pun, berkisar antara 400 sampai 500 ribuan.
Ketiga, tata kelola. Kementerian sudah pula mnemikirkan terhadap tata kelola di tingkat satuan pendidikan. Karena tata kelola dengan kurikulum 2013 pun akan berubah. Sebagai misal, administrasi buku raport. Tentu karena empat standar dalam kurikulum 2013 mengalami perubahan, maka buku raport pun harus berubah.
Intinya jangan sekali-kali persoalan implementasi kurikulum dihadapkan pada stigma persoalan yang kemungkinan akan menjerat kita untuk tidak mau melakukan perubahan. Padahal kita sepakat, perubahan itu sesuatu yang niscaya harus dihadapi mana kala kita ingin terus maju dan berkembang. Bukankah melalui perubahan kurikulum ini sesungguhnya kita ingin membeli masa depan anak didik kita dengan harga sekarang.

Keberhasilan Kurikulum 2013

Sabtu, 02 Februari 2013 //
Kerinci Ilok. (kemdiknas )Sedikitnya ada dua faktor besar dalam ke­ berhasilan kurikulum 2013. Pertama, penen­tu, yaitu kesesuaian kompetensi pendidik dan tenaga kependi­dik­an (PTK) dengan kurikulum dan buku teks. Kedua, faktor pendukung yang terdiri dari tiga unsur; (i) ketersediaan buku sebagai ba­han ajar dan sumber belajar yang mengintegrasikan standar pem­bentuk kurikulum; (ii) penguatan peran pemerintah da­am pembinaan dan penga­wasan; dan (iii) penguatan ma­naj­emen dan budaya sekolah.


Berkait dengan faktor perta­ma, Kemdikbud sudah mende­sain­­ strategi penyiapan guru se­­bagaimana digambarkan pa­da skema penyiapan guru yang me­ibatkan tim pengembang kurikulum di tingkat pusat; instruktur diklat terdiri atas unsur dinas pendidikan, dosen, widya­swara, guru inti, pengawas, ke­­pala sekolah; guru uta­ma me­iputi guru inti, penga­was, dan kepala sekolah; dan guru mereka terdiri atas guru kelas, guru mata pelajaran SD, SMP, SMA, SMK.
Pada diri guru, sedikitnya ada empat aspek yang harus di­beri perhatian khusus dalam rencana implementasi dan ke­terlaksanaan kurikulum 2013, yaitu kompetensi pedagogi; kompetensi akademik (keilmuan); kompetensi sosial; dan kompetensi manajerial atau kepemimpinan. Guru sebagai ujung tombak penerapan kurikulum, diharapkan bisa menyiapkan dan membuka diri terhadap beberapa kemung­kinan terjadinya perubahan.
Kesiapan guru lebih penting­ daripada pengembangan kuri­kulum 2013. Kenapa guru menjadi penting? Karena dalam kurikulum 2013, bertujuan mendorong peserta didik, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar,­ dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), terhadap apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah mene­rima materi pembelajaran.
 
Melalui empat tujuan itu diharapkan siswa memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif. Disinilah guru berperan be­sar di dalam mengimplementa­sikan tiap proses pembelajaran pada kurikulum 2013. Guru ke depan dituntut tidak hanya cer­das tapi juga adaptip terhadap perubahan.

Menyambut Kurikulum 2013

Senin, 10 Desember 2012 //
Kerinci Ilok. Kompas.com Wacana yang berkembang di masyarakat terkait Kurikulum 2013 sangat marak. Ada berbagai persepsi dan kritik yang berkembang dan perlu dihargai sebagai bagian dari proses pematangan kurikulum yang sedang disusun.

Terlepas dari cemooh ”ganti menteri ganti kurikulum”, kurikulum memang harus senantiasa berubah seiring perubahan dalam berbagai bidang kehidupan. Kritik dari kalangan industri justru diarahkan pada keengganan dunia pendidikan untuk merespons perubahan dalam masyarakat dan mentransformasi diri.

Selama era reformasi, ini adalah ketiga kalinya kurikulum ditelaah dan dikembangkan dalam skala nasional setelah Rintisan Kurikulum Berbasis Kompetensi 2004 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006. Publik sedang menantikan perubahan seperti apa dan apa yang akan ditawarkan dalam kurikulum baru serta dampak apa yang bisa diharapkan pada keluaran sistem pendidikan ke depan, sebagai akibat dari intervensi pemerintah melalui pengembangan kurikulum ini.

Substansi perubahan

Yang ramai diperbincangkan di media massa terkait perubahan kurikulum adalah pengurangan mata pelajaran dan penambahan jam belajar. Secara mendasar, ada empat elemen perubahan dalam Kurikulum 2013, yakni Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi (kompetensi inti dan kompetensi dasar), Standar Proses, dan Standar Penilaian.

Penyempurnaan Standar Kompetensi Lulusan memperhatikan pengembangan nilai, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu dengan fokus pada pencapaian kompetensi. Pada setiap jenjang pendidikan, rumusan empat kompetensi inti (penghayatan dan pengamalan agama, sikap, keterampilan, dan pengetahuan) menjadi landasan pengembangan kompetensi dasar pada setiap kelas. Perubahan Standar Isi dari kurikulum sebelumnya yang mengembangkan kompetensi dari mata pelajaran menjadi fokus pada kompetensi yang dikembangkan menjadi mata pelajaran melalui pendekatan tematik-integratif (Standar Proses).

Perubahan pada Standar Proses berarti perubahan strategi pembelajaran. Guru wajib merancang dan mengelola proses pembelajaran aktif yang menyenangkan. Peserta didik difasilitasi untuk mengamati, menanya, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta.

Perubahan Struktur Kurikulum telah memancing reaksi pro-kontra terkait pengintegrasian mata pelajaran IPA dan IPS dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Bahasa Indonesia, dan Matematika pada jenjang SD. Integrasi kompetensi dasar yang biasanya diwadahi dalam mata pelajaran IPA dan IPS ke dalam mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia menuntut guru terus mengembangkan kompetensi profesional dan pedagogi mereka agar proses pembelajaran tematik-integratif bisa mengantar peserta didik mencapai standar kompetensi lulusan.

Sebagai bagian penting dalam rangkaian desain kurikulum, Standar Penilaian pun seyogianya berubah pula di kemudian hari. Penilaian yang mengukur hanya hasil pencapaian kompetensi harus bergeser menjadi penilaian otentik yang mengukur kompetensi sikap, keterampilan, serta pengetahuan berdasarkan hasil dan proses.

Pengembangan Kurikulum 2013 ini merupakan pekerjaan besar yang melibatkan banyak orang, mulai dari Wakil Presiden, para birokrat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta kementerian lain yang terkait, akademisi, budayawan, agamawan, ilmuwan, pengembang kurikulum, dan guru.

Proses pengembangan kurikulum

Proses panjang dan intensif dalam pengembangan Kurikulum 2013 meramu dan mengolah Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian. Tentu saja adu argumentasi di antara anggota tim pengarah, tim inti, dan tim teknis pengembangan selama proses tidak bisa dihindari dan justru memperkaya dan mematangkan desain kurikulum yang baru.

Selanjutnya, rangkaian kegiatan uji publik yang sudah dijadwalkan mulai dari Kamis, 29 November, dan selama bulan Desember 2012 di sejumlah kota diharapkan bisa melibatkan para pemangku kepentingan dan menampung berbagai aspirasi dari masyarakat. Dalam era demokrasi, partisipasi dan keterlibatan publik akan meningkatkan rasa kepemilikan terhadap kurikulum baru ini.

Rasa kepemilikan ini akan mendorong keberhasilan pencapaian tujuan kurikulum dengan lebih efektif dibandingkan dengan imposisi dari otoritas pendidikan terhadap satuan pendidikan dan masyarakat. Tentu saja, rancangan Kurikulum 2013 tidak mungkin memuaskan semua pihak secara optimal. Demikian pula, tidak semua anggota masyarakat yang mempunyai aspirasi terhadap sistem pendidikan nasional bisa dilibatkan dalam kegiatan uji publik. Di negara yang sedang memperjuangkan dan memelihara demokrasi, ada banyak saluran penyampaian aspirasi di luar kegiatan uji publik.

Kecemasan dan kritik lewat media massa bisa dianggap sebagai bentuk kepedulian dan keterlibatan masyarakat terhadap sistem pendidikan nasional. Masukan yang diharapkan dari publik mencakup— tetapi tidak terbatas pada—perspektif tentang kompetensi inti yang melandasi penjabaran kompetensi dasar pada setiap jenjang, struktur kurikulum, pengintegrasian IPA dan IPS pada jenjang SD, penambahan jam belajar, penghapusan penjurusan di SMA, serta optimalisasi potensi keberhasilan kurikulum.

Dalam teori kurikulum, keberhasilan suatu kurikulum merupakan proses panjang, mulai dari kristalisasi berbagai gagasan dan konsep ideal tentang pendidikan, perumusan desain kurikulum, persiapan pendidik dan tenaga kependidikan serta sarana dan prasarana, tata kelola pelaksanaan kurikulum—termasuk pembelajaran —dan penilaian pembelajaran dan kurikulum. Dalam konteks ini, keberhasilan ditentukan oleh komitmen pemegang otoritas pendidikan di tingkat daerah, pengembangan kapasitas guru, dan desain penilaian belajar siswa.

Apakah Kurikulum 2013 ini akan memenuhi harapan masyarakat dan berperan dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia? Masih perlu komitmen dan kerja keras para pembuat kebijakan dan pemegang otoritas pendidikan di tingkat nasional dan daerah, kepercayaan dan dukungan para pemangku kepentingan.

Copyright © 2013 All rights reserved - Designed by Kadral hadi Kembali Ke Atas